Follow Us :              

Cegah radikalisme, Gubernur Apresiasi Densus 88 Libatkan Eks Napiter Masuk Sekolah

  21 September 2022  |   13:00:00  |   dibaca : 54 
Kategori :
Bagikan :


Cegah radikalisme, Gubernur Apresiasi Densus 88 Libatkan Eks Napiter Masuk Sekolah

21 September 2022 | 13:00:00 | dibaca : 54
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Inisiatif program Densus 88 Antiteror melibatkan eks napiter untuk melakukan sosialisasi bahaya radikalisme kepada anak-anak sekolah dinilai tepat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Selain sebagai upaya deradikalisasi eks napiter, langkah itu juga mampu memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang modus penyebaran paham ini. 

"Tentu saja kita mesti mengajak banyak pihak untuk terlibat. Umpama, para aktor itu kita ajak menjadi juru bicara kita, untuk menjelaskan deradikalisasi. Itu musti dilakukan (jelaskan) seperti apa terorisme itu? Bahayanya seperti apa? Dan (bagaimana) bisa masuk ke sekolah. Kami (pemerintah) ini tidak bermaksud ingin memanjakan mereka, tapi mengedukasi," kata Gubernur usai menerima tim dari Densus 88 Antiteror Polri di kantornya, Rabu (21/9/2022). 

Turut dijelaskan, selama ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah juga telah melakukan langkah yang sejalan dengan program Densus 88 Antiteror terkait deradikalisasi. Lewat program Gubernur Mengajar, eks Napiter dilibatkan untuk bercerita mengenai bahaya radikalisme dan terorisme. Selain deradikalisasi, program Gubernur Mengajar juga mengusung tema anti narkoba dan tema lainnya yang menjadi bagian dari pendidikan karakter. 

"Maka tadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kesbangpol kita ajak agar semua masyarakat ikut terlibat, sehingga keperduliannya ada, awarenes-nya ada dan di antara warga yang lain tidak melakukan karena mendengar cerita mereka (eks napiter)," ungkapnya. 

Langkah memberdayakan eks napiter juga merupakan dukungan pemerintah untuk deradikalisasi dan membantu mereka kembali diterima dengan baik oleh masyarakat. Pola lain pemberdayaan eks napiter dan keluarga eks napiter juga dilakukan. Misalnya beberapa waktu lalu di Surakarta Gubernur bertemu dengan keluarga atau istri eks napiter yang mendirikan koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian keluarga. 

"Jadi dari Densus mencoba komunikasi bagaimana deradikalisasi itu dilakukan dan konsep yang dibuat adalah mendorong dari sisi ekonomi. Itu peran pemerintah menjadi penting. Kolaborasi inilah yang bisa membantu untuk menyelesaikan persoalan mereka. Tapi pencegahan menjadi begitu penting, kalau kita yang menjelaskan mungkin mereka tidak dapat cerita yang sesungguhnya maka para pelaku diminta untuk cerita. Nah ini pola kerja sama dengan densus yang menurut saya bagus dan saya dukung itu di Jawa Tengah," jelas Gubernur. 

Direktur Indentifikasi dan Sosialisasi Densus 88 Antiteror Polri, Brigjen Pol Arif Makhfudiharto, mengapresiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan jajarannya yang selama ini selalu mendukung pelaksanaan penanggulangan terorisme di Jawa Tengah. Diketahui bahwa Jawa Tengah ini menjadi episentrum dari radikalisme. Dukungan pemerintah provinsi menjadi sangat penting terutama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. 

"Mereka yang ditangkap itu korban, dan yang terdampak adalah keluarganya. Maka kita coba berikan pemahaman kepada masyarakat bahwa mereka ini juga masyarakat, keluarga kita, dan berpikir yang kita perangi adalah perbuatannya bukan orangnya. Kita harus selamatkan keluarganya agar terputus dengan jaringan mereka (radikal)," papar Arif.


Bagikan :

SEMARANG - Inisiatif program Densus 88 Antiteror melibatkan eks napiter untuk melakukan sosialisasi bahaya radikalisme kepada anak-anak sekolah dinilai tepat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Selain sebagai upaya deradikalisasi eks napiter, langkah itu juga mampu memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang modus penyebaran paham ini. 

"Tentu saja kita mesti mengajak banyak pihak untuk terlibat. Umpama, para aktor itu kita ajak menjadi juru bicara kita, untuk menjelaskan deradikalisasi. Itu musti dilakukan (jelaskan) seperti apa terorisme itu? Bahayanya seperti apa? Dan (bagaimana) bisa masuk ke sekolah. Kami (pemerintah) ini tidak bermaksud ingin memanjakan mereka, tapi mengedukasi," kata Gubernur usai menerima tim dari Densus 88 Antiteror Polri di kantornya, Rabu (21/9/2022). 

Turut dijelaskan, selama ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah juga telah melakukan langkah yang sejalan dengan program Densus 88 Antiteror terkait deradikalisasi. Lewat program Gubernur Mengajar, eks Napiter dilibatkan untuk bercerita mengenai bahaya radikalisme dan terorisme. Selain deradikalisasi, program Gubernur Mengajar juga mengusung tema anti narkoba dan tema lainnya yang menjadi bagian dari pendidikan karakter. 

"Maka tadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kesbangpol kita ajak agar semua masyarakat ikut terlibat, sehingga keperduliannya ada, awarenes-nya ada dan di antara warga yang lain tidak melakukan karena mendengar cerita mereka (eks napiter)," ungkapnya. 

Langkah memberdayakan eks napiter juga merupakan dukungan pemerintah untuk deradikalisasi dan membantu mereka kembali diterima dengan baik oleh masyarakat. Pola lain pemberdayaan eks napiter dan keluarga eks napiter juga dilakukan. Misalnya beberapa waktu lalu di Surakarta Gubernur bertemu dengan keluarga atau istri eks napiter yang mendirikan koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian keluarga. 

"Jadi dari Densus mencoba komunikasi bagaimana deradikalisasi itu dilakukan dan konsep yang dibuat adalah mendorong dari sisi ekonomi. Itu peran pemerintah menjadi penting. Kolaborasi inilah yang bisa membantu untuk menyelesaikan persoalan mereka. Tapi pencegahan menjadi begitu penting, kalau kita yang menjelaskan mungkin mereka tidak dapat cerita yang sesungguhnya maka para pelaku diminta untuk cerita. Nah ini pola kerja sama dengan densus yang menurut saya bagus dan saya dukung itu di Jawa Tengah," jelas Gubernur. 

Direktur Indentifikasi dan Sosialisasi Densus 88 Antiteror Polri, Brigjen Pol Arif Makhfudiharto, mengapresiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan jajarannya yang selama ini selalu mendukung pelaksanaan penanggulangan terorisme di Jawa Tengah. Diketahui bahwa Jawa Tengah ini menjadi episentrum dari radikalisme. Dukungan pemerintah provinsi menjadi sangat penting terutama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. 

"Mereka yang ditangkap itu korban, dan yang terdampak adalah keluarganya. Maka kita coba berikan pemahaman kepada masyarakat bahwa mereka ini juga masyarakat, keluarga kita, dan berpikir yang kita perangi adalah perbuatannya bukan orangnya. Kita harus selamatkan keluarganya agar terputus dengan jaringan mereka (radikal)," papar Arif.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu