Follow Us :              

Festival Pelajar Nusantara, Gubernur Sampaikan Tiga Pesan Penting kepada Pelajar Nusantara

  31 October 2022  |   11:00:00  |   dibaca : 124 
Kategori :
Bagikan :


Festival Pelajar Nusantara, Gubernur Sampaikan Tiga Pesan Penting kepada Pelajar Nusantara

31 October 2022 | 11:00:00 | dibaca : 124
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SURAKARTA - Festival Pelajar Nusantara diselenggarakan di Stadion Manahan, Senin (31/10/2022). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut hadir menyapa puluhan ribu pelajar dari berbagai daerah se-Indonesia yang hadir mengikuti secara langsung di lokasi acara. 

Selain menyapa para pelajar, Gubernur juga menyampaikan beberapa pesan. 
Pertama agar mereka selalu mencintai kebudayaan. Kebudayaan bangsa Indonesia yang beragam merupakan kepribadian dan kekayaan kebudayaan yang musti dijaga oleh generasi muda. 

"Kedua, saya ingatkan, awas dalam mencapai cita-cita ada banyak gangguan dari nilai-nilai yang tidak sesuai dengan Pancasila. Gangguan narkoba, gangguan terorisme karena mereka akan bisa menjadi objek, maka musti hati-hati," katanya dihadapan para pelajar dan guru yang hadir. 

Pada para guru dan orang tua Gubernur mengatakan, keberadaan mereka penting untuk memberikan contoh baik, bukan justru terlibat dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan Pancasila. 

"Tidak hanya kepada pelajar, gurunya juga kita titipi agar mereka bisa ikut menyaring, jangan ikut terlibat. Itu saya kasih peringatan yang cukup keras," tegasnya. 

Ancaman ketiga yang juga rawan menjadi gangguan adalah pernikahan dini yang jumlahnya di Jawa Tengah terhitung tinggi. Maka Gubernur mengajak para pelajar untuk menjadi juru kampanye di lingkungan dan kelompok masing-masing. Hal itu dinilai efektif karena mereka yang berada dalam satu kelompok atau lingkungan akan lebih mudah dalam berkomunikasi. Pesan yang disampaikan pun akan jauh lebih efektif. 

"Aja Kawin Bocah itu agar anak-anak tidak menikah dini. Saatnya usia belajar, belajarlah karena negara memberikan fasilitas akses pendidikan dan beasiswa. Maka kemudian mereka musti kita kawal, kita siapkan, agar mereka bisa mencapai cita-citanya. Jangan cepat-cepat menikah. Ini kita dorong termasuk orang tuanya juga yang musti menyiapkan itu," katanya. 

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pencegahan perkawinan anak adalah dengan menyediakan ruang kreatif yang luas. Ruang ini bertujuan agar anak muda benar-benar dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki. Hal ini berkaitan juga dengan gerakan merdeka belajar yang digaungkan oleh pemerintah. 

"Kalau kita bicara merdeka belajar, anak-anak sudah diajari bagaimana mereka bisa memerdekakan diri sehingga banyak pilihan. Seluruh potensi dan talentanya bisa dikeluarkan sehingga ruang-ruang ini bisa dipakai sebagai ruang apresiasi mereka sehingga mereka menjadi subjek," pungkasnya.


Bagikan :

SURAKARTA - Festival Pelajar Nusantara diselenggarakan di Stadion Manahan, Senin (31/10/2022). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut hadir menyapa puluhan ribu pelajar dari berbagai daerah se-Indonesia yang hadir mengikuti secara langsung di lokasi acara. 

Selain menyapa para pelajar, Gubernur juga menyampaikan beberapa pesan. 
Pertama agar mereka selalu mencintai kebudayaan. Kebudayaan bangsa Indonesia yang beragam merupakan kepribadian dan kekayaan kebudayaan yang musti dijaga oleh generasi muda. 

"Kedua, saya ingatkan, awas dalam mencapai cita-cita ada banyak gangguan dari nilai-nilai yang tidak sesuai dengan Pancasila. Gangguan narkoba, gangguan terorisme karena mereka akan bisa menjadi objek, maka musti hati-hati," katanya dihadapan para pelajar dan guru yang hadir. 

Pada para guru dan orang tua Gubernur mengatakan, keberadaan mereka penting untuk memberikan contoh baik, bukan justru terlibat dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan Pancasila. 

"Tidak hanya kepada pelajar, gurunya juga kita titipi agar mereka bisa ikut menyaring, jangan ikut terlibat. Itu saya kasih peringatan yang cukup keras," tegasnya. 

Ancaman ketiga yang juga rawan menjadi gangguan adalah pernikahan dini yang jumlahnya di Jawa Tengah terhitung tinggi. Maka Gubernur mengajak para pelajar untuk menjadi juru kampanye di lingkungan dan kelompok masing-masing. Hal itu dinilai efektif karena mereka yang berada dalam satu kelompok atau lingkungan akan lebih mudah dalam berkomunikasi. Pesan yang disampaikan pun akan jauh lebih efektif. 

"Aja Kawin Bocah itu agar anak-anak tidak menikah dini. Saatnya usia belajar, belajarlah karena negara memberikan fasilitas akses pendidikan dan beasiswa. Maka kemudian mereka musti kita kawal, kita siapkan, agar mereka bisa mencapai cita-citanya. Jangan cepat-cepat menikah. Ini kita dorong termasuk orang tuanya juga yang musti menyiapkan itu," katanya. 

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pencegahan perkawinan anak adalah dengan menyediakan ruang kreatif yang luas. Ruang ini bertujuan agar anak muda benar-benar dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki. Hal ini berkaitan juga dengan gerakan merdeka belajar yang digaungkan oleh pemerintah. 

"Kalau kita bicara merdeka belajar, anak-anak sudah diajari bagaimana mereka bisa memerdekakan diri sehingga banyak pilihan. Seluruh potensi dan talentanya bisa dikeluarkan sehingga ruang-ruang ini bisa dipakai sebagai ruang apresiasi mereka sehingga mereka menjadi subjek," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu