Follow Us :              

Gubernur Ingatkan Agar Santri Mampu Pahami & Adaptasi Dengan Kondisi di Luar Pondok

  15 January 2023  |   11:00:00  |   dibaca : 643 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Ingatkan Agar Santri Mampu Pahami & Adaptasi Dengan Kondisi di Luar Pondok

15 January 2023 | 11:00:00 | dibaca : 643
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

PEKALONGAN - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan kunjungan silahturohmi ke Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas, Kranji, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan pada Minggu (15/1/2023). 

Selama pandemi Gubernur memang tidak bisa melakukan banyak kunjungan ke masyarakat secara leluasa akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pencabutan aturan ini secara resmi menjadi awal dimulainya kembali berbagai rencana kunjungan yang tertunda. 

"Mumpung PPKM sudah dibuka, kembali lagi silaturahmi. Hari ini karena PPKM sudah dicabut maka kita jalan lagi," kata Gubernur di sela kunjungannya. 

Pada kunjungan tersebut Gubernur mengingatkan agar para santri mampu memahami dan beradaptasi dengan kondisi di luar pondok. 

"Juga perlu adaptasi atau melihat kondisi-kondisi luar yang sedang berubah sehingga ketika nanti lulus dari sini mereka sangat paham akan situasi. Tentu saja silaturahmi di antara wali santri dengan para kiai, para pengasuhnya itu menjadi penting untuk menyiapkan anak-anak dan mengawal mereka agar tidak tergoda pada hal-hal yang tidak menguntungkan mereka di masa depan," ujar Gubernur. 

Gubernur mengatakan, bahwa pengasuh Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas, KH Tajuddin Shorih merupakan sahabat lama. Interaksi dan silaturahmi keduanya juga intens hingga pandemi Covid-19 lalu telah membatasi pertemuan tatap muka diantara mereka. 

"Saya sudah lama, tiga tahun lalu, mau ke sini karena Kiai Tajuddin ini teman dan sahabat. Kita memang sangat intens berkomunikasi, juga dengan tim saya dan sebagainya. Makanya sudah tiga tahun ditunda, sekarang saya berkunjung ke sini," ujarnya. 

Turut dijelaskan, berkunjung dan berinteraksi dengan masyarakat maupun kelompok masyarakat sangatlah penting. Menurutnya, interaksi dengan masyarakat membuatnya bisa mendengar dan menggali persoalan di bawah sekaligus duduk bersama untuk menemukan solusinya. Pada kesempatan interaksi tersebut bisa saling membagikan pengetahuan dan semangat. 

Pada kunjungan kali ini, selain berbincang banyak hal dengan KH Tajuddin Shorih, Gubernur juga menyapa para santri dan santriwati Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas. Kedatangan dan sapaan Gubernur di pesantren tersebut, disambut gembira dan hangat oleh para santri 

Suasana cair diselimuti gelak tawa para santri dan pengasuh pondok pesantren terjadi saat Ganjar berinteraksi dengan mereka. Kesempatan itu digunakan Ganjar untuk memberikan beberapa pesan kepada para santri. 

"Santri harus punya cita-cita tinggi. Mengajinya yang serius dan fokus. Jangan lupa juga minta doa restu dari orangtua. Lalu ingat untuk menjaga silaturahmi dan interaksi, baik dengan sesama santri, orangtua, maupun Pak Kiai dan Bu Nyai. Juga harus saling bantu," pesannya saat menyapa para santri. 

Gubernur menambahkan, banyaknya santri yang mondok di Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas membuktikan banyaknya harapan para wali santri agar anak-anaknya menjadi anak soleh. 

Diharapkan setelah para santri lulus, mereka dapat mengembangkan ilmu pengetahuan keagamaannya dengan sangat baik. Life skill yang mereka dapatkan dari pendidikan pesantren juga mampu mereka kembangkan agar bisa mandiri dalam kehidupan di masa depan.


Bagikan :

PEKALONGAN - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan kunjungan silahturohmi ke Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas, Kranji, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan pada Minggu (15/1/2023). 

Selama pandemi Gubernur memang tidak bisa melakukan banyak kunjungan ke masyarakat secara leluasa akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pencabutan aturan ini secara resmi menjadi awal dimulainya kembali berbagai rencana kunjungan yang tertunda. 

"Mumpung PPKM sudah dibuka, kembali lagi silaturahmi. Hari ini karena PPKM sudah dicabut maka kita jalan lagi," kata Gubernur di sela kunjungannya. 

Pada kunjungan tersebut Gubernur mengingatkan agar para santri mampu memahami dan beradaptasi dengan kondisi di luar pondok. 

"Juga perlu adaptasi atau melihat kondisi-kondisi luar yang sedang berubah sehingga ketika nanti lulus dari sini mereka sangat paham akan situasi. Tentu saja silaturahmi di antara wali santri dengan para kiai, para pengasuhnya itu menjadi penting untuk menyiapkan anak-anak dan mengawal mereka agar tidak tergoda pada hal-hal yang tidak menguntungkan mereka di masa depan," ujar Gubernur. 

Gubernur mengatakan, bahwa pengasuh Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas, KH Tajuddin Shorih merupakan sahabat lama. Interaksi dan silaturahmi keduanya juga intens hingga pandemi Covid-19 lalu telah membatasi pertemuan tatap muka diantara mereka. 

"Saya sudah lama, tiga tahun lalu, mau ke sini karena Kiai Tajuddin ini teman dan sahabat. Kita memang sangat intens berkomunikasi, juga dengan tim saya dan sebagainya. Makanya sudah tiga tahun ditunda, sekarang saya berkunjung ke sini," ujarnya. 

Turut dijelaskan, berkunjung dan berinteraksi dengan masyarakat maupun kelompok masyarakat sangatlah penting. Menurutnya, interaksi dengan masyarakat membuatnya bisa mendengar dan menggali persoalan di bawah sekaligus duduk bersama untuk menemukan solusinya. Pada kesempatan interaksi tersebut bisa saling membagikan pengetahuan dan semangat. 

Pada kunjungan kali ini, selain berbincang banyak hal dengan KH Tajuddin Shorih, Gubernur juga menyapa para santri dan santriwati Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas. Kedatangan dan sapaan Gubernur di pesantren tersebut, disambut gembira dan hangat oleh para santri 

Suasana cair diselimuti gelak tawa para santri dan pengasuh pondok pesantren terjadi saat Ganjar berinteraksi dengan mereka. Kesempatan itu digunakan Ganjar untuk memberikan beberapa pesan kepada para santri. 

"Santri harus punya cita-cita tinggi. Mengajinya yang serius dan fokus. Jangan lupa juga minta doa restu dari orangtua. Lalu ingat untuk menjaga silaturahmi dan interaksi, baik dengan sesama santri, orangtua, maupun Pak Kiai dan Bu Nyai. Juga harus saling bantu," pesannya saat menyapa para santri. 

Gubernur menambahkan, banyaknya santri yang mondok di Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas membuktikan banyaknya harapan para wali santri agar anak-anaknya menjadi anak soleh. 

Diharapkan setelah para santri lulus, mereka dapat mengembangkan ilmu pengetahuan keagamaannya dengan sangat baik. Life skill yang mereka dapatkan dari pendidikan pesantren juga mampu mereka kembangkan agar bisa mandiri dalam kehidupan di masa depan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu