Follow Us :              

Kerja Sama Pemrov Jateng-APINDO, Sukseskan Pemilu hingga Tuntaskan Persoalan Daerah

  01 November 2023  |   11:30:00  |   dibaca : 468 
Kategori :
Bagikan :


Kerja Sama Pemrov Jateng-APINDO, Sukseskan Pemilu hingga Tuntaskan Persoalan Daerah

01 November 2023 | 11:30:00 | dibaca : 468
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

SEMARANG - Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk menyosialisasikan Pemilu damai kepada para buruh. 

"Jangan mudah diprovokasi, karena pada tahun politik, berbagai cara digunakan untuk mendapatkan simpatisan," katanya saat berdialog dengan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Jawa Tengah di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (1/11/2023).

Berita hoaks hingga ujaran kebencian berpotensi terjadi pada perhelatan Pemilu 2024 mendatang. Pj Gubernur menilai, hal-hal tersebut juga berpotensi sampai kepada para pekerja. Oleh karena itu, harapannya mereka dapat menyeleksi serta memeriksa kembali berita-berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

"Jangan langsung menerima begitu saja, harus membandingkan beberapa sumber. Pada Pemilu nanti, kita semua punya hak memilih, maka pilihlah sesuai dengan hati nurani," katanya. 

Kesuksesan Pemilu 2024 mendatang menjadi tolok ukur stabilitas dan situasi kondusif di Jawa Tengah, termasuk iklim investasi dan pertumbuhan ekonominya. Maka berdasarkan hal tersebut, pihaknya menilai sangat besarnya potensi investasi yang akan masuk ke Jawa Tengah.

Oleh karena itu, selain menjaga situasi damai selama Pemilu, persiapan untuk menyambut investor juga terus diupayakan. Salah satunya dengan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas.   

"Pendidikan vokasi itu, menjadi salah satu prioritas kami. Maka, kita harus siapkan tenaga kerja, yang siap memenuhi kebutuhan industri," jelasnya.

Masuknya investor atau perusahaan, diharapkan dapat memberikan bantuan untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan di masyarakat. 

"Pemda (pemerintah daerah) tidak bisa berjalan sendiri untuk melakukan itu. CSR (Corporate Social Responsibility) atau hibah dari perusahaan (akan) sangat membantu," kata Pj Gubernur.

Sementara itu, Ketua DPP APINDO Jateng, Frans Kongi mengatakan,  dalam menghadapi tahun politik, APINDO Jateng berkomitmen untuk ikut mewujudkan Pemilu damai di Jawa Tengah. Pihaknya secara tegas melarang adanya hal-hal terkait politik di dalam perusahaan.

“APINDO tetap netral, di dalam perusahaan tidak boleh ada kampanye, sehingga kerukunan terjaga dan produktivitas perusahaan terjaga," katanya.

Pihaknya juga menegaskan kembali, komitmen keikutsertaan perusahaan dalam mengentaskan berbagai persoalan, seperti kemiskinan, tenaga kerja handal, dan lain sebagainya. Apalagi dengan adanya kerja sama yang sudah terjalin antara APINDO dengan Pemprov Jateng.

“Kita berkomitmen, bisa (be)kerja sama ke depan, terutama masalah stunting ini ya, bagaimana kita bisa berpartisipasi," ungkapnya.


Bagikan :

SEMARANG - Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk menyosialisasikan Pemilu damai kepada para buruh. 

"Jangan mudah diprovokasi, karena pada tahun politik, berbagai cara digunakan untuk mendapatkan simpatisan," katanya saat berdialog dengan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Jawa Tengah di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (1/11/2023).

Berita hoaks hingga ujaran kebencian berpotensi terjadi pada perhelatan Pemilu 2024 mendatang. Pj Gubernur menilai, hal-hal tersebut juga berpotensi sampai kepada para pekerja. Oleh karena itu, harapannya mereka dapat menyeleksi serta memeriksa kembali berita-berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

"Jangan langsung menerima begitu saja, harus membandingkan beberapa sumber. Pada Pemilu nanti, kita semua punya hak memilih, maka pilihlah sesuai dengan hati nurani," katanya. 

Kesuksesan Pemilu 2024 mendatang menjadi tolok ukur stabilitas dan situasi kondusif di Jawa Tengah, termasuk iklim investasi dan pertumbuhan ekonominya. Maka berdasarkan hal tersebut, pihaknya menilai sangat besarnya potensi investasi yang akan masuk ke Jawa Tengah.

Oleh karena itu, selain menjaga situasi damai selama Pemilu, persiapan untuk menyambut investor juga terus diupayakan. Salah satunya dengan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas.   

"Pendidikan vokasi itu, menjadi salah satu prioritas kami. Maka, kita harus siapkan tenaga kerja, yang siap memenuhi kebutuhan industri," jelasnya.

Masuknya investor atau perusahaan, diharapkan dapat memberikan bantuan untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan di masyarakat. 

"Pemda (pemerintah daerah) tidak bisa berjalan sendiri untuk melakukan itu. CSR (Corporate Social Responsibility) atau hibah dari perusahaan (akan) sangat membantu," kata Pj Gubernur.

Sementara itu, Ketua DPP APINDO Jateng, Frans Kongi mengatakan,  dalam menghadapi tahun politik, APINDO Jateng berkomitmen untuk ikut mewujudkan Pemilu damai di Jawa Tengah. Pihaknya secara tegas melarang adanya hal-hal terkait politik di dalam perusahaan.

“APINDO tetap netral, di dalam perusahaan tidak boleh ada kampanye, sehingga kerukunan terjaga dan produktivitas perusahaan terjaga," katanya.

Pihaknya juga menegaskan kembali, komitmen keikutsertaan perusahaan dalam mengentaskan berbagai persoalan, seperti kemiskinan, tenaga kerja handal, dan lain sebagainya. Apalagi dengan adanya kerja sama yang sudah terjalin antara APINDO dengan Pemprov Jateng.

“Kita berkomitmen, bisa (be)kerja sama ke depan, terutama masalah stunting ini ya, bagaimana kita bisa berpartisipasi," ungkapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu