Follow Us :              

Upayakan Kesetaraan Hak, Pemerintah Jawa Tengah Gelar Job Fair Bagi Disabilitas

  08 December 2022  |   13:00:00  |   dibaca : 211 
Kategori :
Bagikan :


Upayakan Kesetaraan Hak, Pemerintah Jawa Tengah Gelar Job Fair Bagi Disabilitas

08 December 2022 | 13:00:00 | dibaca : 211
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkerjasama dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO) menggelar bursa kerja bagi disabilitas. Ajang ini dihelat di UTC Convention Hall Semarang dari tanggal 9 hingga 10 Desember 2022 dan diikuti 27 perusahaan. Mereka membuka lowongan bagi pekerja yang memiliki keterbatasan fisik. 

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah Candra Yuliawan mengatakan, ajang ini merupakan agenda perdana yang diselenggarakan secara offline di Jawa Tengah. Selain lowongan pekerjaan, adapula training bagi departemen sumberdaya manusia dalam proses perekrutan disabilitas. 

"Mayoritas perusahaan yang bergabung adalah dari garmen. Adapula, dari restoran cepat saji, tour and travel, butik perdagangan ritel hingga manufaktur," ujar Candra, via telepon Kamis (8/12/2022). 

Ia menyebut, ajang ini bertujuan untuk menjembatani pencari kerja disabilitas dengan perusahaan. Selama ini penyandang disabilitas kerap kali terkendala pada akses informasi dan cenderung rendah diri bila berinteraksi dengan orang lain. 

Padahal, UU nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, perusahaan harus mempekerjakan disabilitas paling tidak 1 persen dari jumlah pekerja non disabilitas. Candra menyebut, hingga Oktober 2022, di Jawa Tengah ada 216 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja difabel mencapai 2.057 orang. 

"Kami harap antusias pendaftar tinggi dan yang diterima tinggi pula. Selain itu terkait batasan usia, jangan disamakan dengan non disabilitas. Kalau pekerja non disabilitas maksimal 35 tahun, yang  disabilitas lebih dari itu, karena mereka butuh kepercayaan diri untuk kerja, berdampingan dengan yang lain," paparnya. 

Program Officer International Labour Organization (ILO) Tendy Gunawan mengatakan, persiapan untuk ajang bursa kerja disabilitas sudah dilaksanakan sejak 6 bulan lalu. Ia menyebut, antusiasme perusahaan di Jawa Tengah untuk menyerap pekerja disabilitas cukup tinggi. 

"Antusiasme perusahaan di Jateng (Jawa Tengah) besar untuk merekrut pekerja disabilitas. Ketika sosialisasi ada sekitar 70 perusahaan yang hadir, namun kendalanya mereka tidak tahu cara untuk merekrutnya. Maka kami bantu pertemukan perusahaan dan calon pekerja," jelas Teddy 

Turut disampaikan, selain bekerja sama dengan Pemerintah JawaTengah, pada penyelenggaraan ajang ini ILO juga bekerja sama dengan Kemeterian Tenaga Kerja, BetterWork Indonesia, Kerjabilitas dan APINDO. 

Terdapat dua metode rekrutmen pada bursa kerja disabilitas kali ini. Metode pertama, calon pekerja disabilitas sebelumnya telah diseleksi sebelumnya. Sedangkan, metode kedua adalah pekerja disabilitas langsung mendatangi stand bursa kerja di lokasi.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkerjasama dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO) menggelar bursa kerja bagi disabilitas. Ajang ini dihelat di UTC Convention Hall Semarang dari tanggal 9 hingga 10 Desember 2022 dan diikuti 27 perusahaan. Mereka membuka lowongan bagi pekerja yang memiliki keterbatasan fisik. 

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah Candra Yuliawan mengatakan, ajang ini merupakan agenda perdana yang diselenggarakan secara offline di Jawa Tengah. Selain lowongan pekerjaan, adapula training bagi departemen sumberdaya manusia dalam proses perekrutan disabilitas. 

"Mayoritas perusahaan yang bergabung adalah dari garmen. Adapula, dari restoran cepat saji, tour and travel, butik perdagangan ritel hingga manufaktur," ujar Candra, via telepon Kamis (8/12/2022). 

Ia menyebut, ajang ini bertujuan untuk menjembatani pencari kerja disabilitas dengan perusahaan. Selama ini penyandang disabilitas kerap kali terkendala pada akses informasi dan cenderung rendah diri bila berinteraksi dengan orang lain. 

Padahal, UU nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, perusahaan harus mempekerjakan disabilitas paling tidak 1 persen dari jumlah pekerja non disabilitas. Candra menyebut, hingga Oktober 2022, di Jawa Tengah ada 216 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja difabel mencapai 2.057 orang. 

"Kami harap antusias pendaftar tinggi dan yang diterima tinggi pula. Selain itu terkait batasan usia, jangan disamakan dengan non disabilitas. Kalau pekerja non disabilitas maksimal 35 tahun, yang  disabilitas lebih dari itu, karena mereka butuh kepercayaan diri untuk kerja, berdampingan dengan yang lain," paparnya. 

Program Officer International Labour Organization (ILO) Tendy Gunawan mengatakan, persiapan untuk ajang bursa kerja disabilitas sudah dilaksanakan sejak 6 bulan lalu. Ia menyebut, antusiasme perusahaan di Jawa Tengah untuk menyerap pekerja disabilitas cukup tinggi. 

"Antusiasme perusahaan di Jateng (Jawa Tengah) besar untuk merekrut pekerja disabilitas. Ketika sosialisasi ada sekitar 70 perusahaan yang hadir, namun kendalanya mereka tidak tahu cara untuk merekrutnya. Maka kami bantu pertemukan perusahaan dan calon pekerja," jelas Teddy 

Turut disampaikan, selain bekerja sama dengan Pemerintah JawaTengah, pada penyelenggaraan ajang ini ILO juga bekerja sama dengan Kemeterian Tenaga Kerja, BetterWork Indonesia, Kerjabilitas dan APINDO. 

Terdapat dua metode rekrutmen pada bursa kerja disabilitas kali ini. Metode pertama, calon pekerja disabilitas sebelumnya telah diseleksi sebelumnya. Sedangkan, metode kedua adalah pekerja disabilitas langsung mendatangi stand bursa kerja di lokasi.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu